Katalog / H. Cep Nurdin S.Ag, MM.Pd, Dadan Kurniawan

Hari Kebangkitan Nasional

Karya ini menyajikan sebuah penelusuran mendalam mengenai narasi historis Hari Kebangkitan Nasional yang dimulai dari peristiwa simbolis di ruang kelas STOVIA pada 20 Mei 1908. Cerita bermula dari kondisi memprihatinkan rakyat Nusantara di bawah kungkungan kolonialisme yang kaku, di mana pendidikan menjadi barang mewah yang hanya bisa diakses oleh segelintir kaum priyayi. Namun, kebijakan Politik Etis dari pemerintah Belanda tanpa sengaja membuka celah bagi lahirnya golongan intelektual baru yang mulai mempertanyakan eksistensi kemanusiaan dan keadilan di tanah jajahan mereka sendiri.

Pusat dari pergerakan ini berfokus pada sosok Dr. Wahidin Soedirohoesodo, seorang tabib bangsa yang berkeliling tanah Jawa bukan hanya untuk mengobati penyakit fisik, melainkan untuk menyembuhkan penyakit mental berupa rasa rendah diri melalui gagasan Dana Pelajar. Pertemuannya dengan Soetomo dan para mahasiswa muda lainnya menjadi percikan api yang membakar semangat pembentukan Boedi Oetomo. Organisasi ini muncul sebagai entitas modern pertama yang menggantikan perjuangan fisik berbasis senjata dengan perjuangan organisasi berbasis akal budi, menandai transformasi radikal dalam strategi melawan penjajah.

Alur penulisan kemudian berkembang dengan memperlihatkan bagaimana spektrum pergerakan nasional semakin luas seiring lahirnya organisasi-organisasi massa seperti Sarekat Islam dan partai politik radikal seperti Indische Partij. Peranan pers digambarkan sebagai urat nadi yang menyambungkan gagasan kemerdekaan dari meja redaksi ke sanubari rakyat jelata di berbagai pelosok. Hingga akhirnya, narasi mencapai titik krusial ketika Presiden Soekarno menetapkan momentum 1908 tersebut sebagai hari nasional di tengah ancaman disintegrasi bangsa pada tahun 1948, sebagai upaya untuk merekatkan kembali persatuan yang mulai retak.

Sebagai penutup, karya ini melakukan refleksi kritis terhadap relevansi nilai-nilai kebangkitan di era kontemporer. Penulis menegaskan bahwa perjuangan para pendahulu harus diterjemahkan kembali dalam bentuk kedaulatan digital, kemandirian ekonomi, dan keunggulan inovasi di tengah persaingan global yang tanpa batas. Melalui sintesis sejarah yang komprehensif, buku ini mengajak pembaca untuk tidak hanya mengenang masa lalu sebagai nostalgia, tetapi menjadikannya sebagai energi berkelanjutan untuk menjaga nyala api nasionalisme demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang.

Detail Tambahan

Format Ebook
Price Rp 5.000
Publication Date 14 Juni 2026
CATEGORY Filosofi

Beli Ebook

Beli sekali, akses selamanya di Koleksi Buku Saya.

Rp5.000
Beli Sekarang