Analisis Sosiologi Meta Ai: Transformasi Relasi Dan Identitas Digital
Buku berjudul Analisis Sosiologi Meta AI ini merupakan sebuah kajian mendalam yang membedah pertemuan antara kecerdasan buatan mutakhir dengan struktur sosial masyarakat modern. Melalui lensa sosiologi digital, Afdan Rojabi mengeksplorasi bagaimana integrasi Meta AI ke dalam platform komunikasi harian seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook telah melampaui sekadar inovasi teknologi, melainkan menjadi kekuatan baru yang merestrukturisasi identitas, relasi, dan kekuasaan di ruang siber. Narasi dalam buku ini dimulai dengan menelusuri evolusi sosial Meta dari jejaring sosial murni menuju ekosistem otomatis yang ditenagai oleh model bahasa besar Llama, yang kini bertindak sebagai mediator utama dalam interaksi kemanusiaan.
Penulis menyajikan analisis kritis mengenai bagaimana algoritma Meta AI mengomodifikasi perhatian pengguna demi kepentingan ekonomi korporasi, yang pada gilirannya menciptakan tantangan besar terhadap otonomi individu dan kedaulatan data. Fenomena intimasi di era otomasi menjadi salah satu sorotan utama, di mana kehadiran asisten cerdas mulai mengambil alih kerja emosional manusia, menciptakan paradoks keintiman yang terasa lancar namun berisiko kehilangan autentisitas. Buku ini juga tidak ragu untuk membedah sisi gelap teknologi, seperti bias sosial yang tertanam dalam basis data AI yang dapat memperkuat diskriminasi, serta dampak algoritmik terhadap polarisasi politik dan fragmentasi ruang publik yang mengancam stabilitas demokrasi digital.
Di bagian akhir, buku ini mengajak pembaca untuk merenungkan fenomena alienasi digital, di mana manusia berisiko terasing dari kemampuan berpikir mandiri dan kreativitas aslinya akibat ketergantungan yang terlalu tinggi pada mesin. Melalui proyeksi masa depan masyarakat AI, penulis menawarkan kerangka reflektif untuk tetap menjaga nilai-nilai humanisme di tengah dunia yang semakin terotomasi. Dengan gaya penulisan yang naratif dan tajam, karya ini menjadi panduan esensial bagi akademisi, peneliti, maupun masyarakat umum untuk memahami posisi manusia di hadapan mesin yang kini tidak hanya membantu kita bekerja, tetapi juga mulai mendefinisikan siapa kita sebenarnya. Ini adalah sebuah ajakan untuk merebut kembali agensi dan kedaulatan manusia di abad digital yang penuh dengan distraksi algoritmik.
Detail Tambahan
Beli Ebook
Beli sekali, akses selamanya di Koleksi Buku Saya.
Rp5.000